• 000.jpg
  • 001.jpg
  • 002.jpg
  • 003.jpg
  • 004.jpg
  • 005.jpg
  • 006.jpg
  • 007.jpg

AJARAN SANG GURU SEJATI

Ajaran Sang Guru Sejati intinya membangun jiwa luhur (watak utama) yang disebut Hasta Sila. Untuk mencapai watak Hasta Sila harus melaksanakan Jalan Rahayu dan menghindari Paliwara, yaitu lima pokok larangan Tuhan. Bagi orang yang ingin memiliki watak Hasta Sila, maka pengetahuan mengenai anatomi jiwa manusia perlu diketahui agar dapat memudahkan pelaksanaan Jalan Rahayu.


Pengetahuan tentang anatomi jiwa manusia merupakan bagian dari ajaran Sang Guru Sejati tentang “Terjadinya Alam Semesta dan Seisinya” (Gumelaring Dumadi). Secara ilmiah, ajaran Sang Guru Sejati tentang anatomi jiwa telah menjadi topik disertasi untuk memperoleh gelar Doktor dalam ilmu kedokteran pada Rijks Universiteit di Leiden pada tahun 1956 dengan judul: Indonesisch Mensbeeld als basis ener Psychotherapie atau Candra Jiwa Indonesia sebagai dasar pengobatan penyakit jiwa. Disertasi tersebut ditulis oleh Prof. Dr. Soemantri Hardjoprakoso. Beliau adalah seorang putra Indonesia, anggota Pangestu, dan siswa Sang Guru Sejati yang taat.

HASTA SILA
Hasta Sila terdiri dari 2 bagian: Tri Sila dan Panca Sila.
1. Tri Sila
Sikap jiwa manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang harus dilaksanakan setiap saat adalah sadar, percaya, dan taat.

1) Sadar
Sadar artinya berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Adapun keadaan Tuhan Yang Maha Esa disebut Tripurusa, yaitu keadaan satu yang bersifat tiga:
a. Suksma Kawekas (Tuhan Sejati), dalam bahasa Arab: Allah Taala.
b. Suksma Sejati (Pemimpin Sejati = Penuntun Sejati = Guru Sejati), Utusan Tuhan Yang Abadi.
c. Roh Suci (Manusia Sejati), yakni jiwa Manusia yang sejati.

2) Percaya
Percaya adalah tali penghubung hamba dengan Tuhan Yang Maha Esa. Semua manusia harus mengakui kekuasaan Tuhan dengan dasar percaya. Oleh karena tanpa rasa percaya tidak mungkin mengalir hidayah Tuhan kepada hamba-Nya. Semua yang tercipta di dunia ini atas kehendak dan kekuasaan Tuhan. Oleh karena itu, manusia harus menyerahkan segenap tuntunan hidupnya hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3) Taat
Taat artinya melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan Tuhan Yang Maha Esa.


2. Panca Sila
Panca Sila adalah lima watak utama untuk menyucikan hati manusia agar dapat melaksanakan ketiga sikap jiwa yang disebut Tri Sila dengan sempurna dan dalam hidup bermasyarakat. Lima watak utama terdiri dari :

1) Rela
Rela artinya ketulusan hati dalam menyerahkan segala milik, hak, dan hasil karyanya kepada Tuhan dengan ikhlas. Seorang yang berwatak rela tidak lekat pada semua benda yang bisa rusak, tetapi bukan orang yang melalaikan kewajiban.

2) Narima
Narima artinya menerima dengan ketenteraman hati semua yang menjadi bagiannya. Tidak iri terhadap bagian yang diterima oleh orang lain, tidak serakah tetapi bukan orang yang enggan atau malas bekerja. Orang yang narima selalu bersyukur kepada Tuhan.

3) Jujur
Jujur adalah menepati janji atau kesanggupan, baik yang telah terucap maupun yang masih dalam batin. Seseorang yang tidak menepati kesanggupannya (niatnya) berarti mendustai batinnya sendiri. Apabila kesanggupan (niat) tadi telah terlahir dalam kata-kata tetapi tidak ditepati, berarti kebohongannya telah disaksikan oleh orang lain. Orang yang jujur teguh kepada kebenaran dan tidak berdusta.

4) Sabar
Sabar berarti berhati lapang, kuat menerima segala cobaan dan tidak mudah putus asa. Orang yang sabar berpandangan luas.

5) Budi Luhur
Budi luhur adalah jiwa yang telah dapat membabarkan keluhuran Tuhan, hanya dapat tercapai apabila seseorang telah memiliki keempat watak utama tersebut di atas.